Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 2,27 persen ke level 7.771 pada Sesi I perdagangan Jumat (29/8).
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan hingga saat ini BEI masih melihat fundamental pasar Indonesia masih kuat. Menurut dia, naik turunnya indeks merupakan dinamika pasar. Jeffrey juga menyoroti kinerja IHSG yang sempat menyentuh angka tertinggi yaitu 8.022 pada penutupan Sesi I Kamis (28/8).
“Seandainya dua bulan yang lalu disampaikan indeks kita 7.700, orang akan bilang tinggi. Tapi hari ini 7.700 dibilang rendah. Itulah pasar, berdinamika, bergerak, ada technical correction, itu sesuatu yang wajar. Jadi fluktuasi, ya itulah hakikatnya pasar,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (29/8)
Dengan demikian, Jeffrey melihat saat ini investor akan tetap mengambil keputusan yang rasional meskipun IHSG sempat anjlok. Di sisi lain, Jeffrey juga melihat saat ini pertumbuhan investor saat ini yang menggambarkan optimisme pasar terhadap IHSG.
“Hari ini investor kita sudah tambah 3 juta sejak awal tahun. Arti itu kan menunjukkan optimisme, itu menunjukkan keyakinan. Mungkin itu yang kita jaga sama-sama supaya momentum pertumbuhan ini tetap terjaga, growth-nya tetap baik,” imbuhnya.
Jeffrey juga mengatakan BEI tidak akan melakukan penyesuaian aturan imbas anjloknya IHSG pada Sesi I siang hari ini.
“(Aturan?) masih, semua masih on track. (Produk) masih on track semua,” jelasnya.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai respons positif pasar sudah mulai terlihat pada sesi kedua.
“Meski demikian, pergerakan IHSG di sesi kedua sudah mulai terapresiasi di atas level 7800. Hal ini mengingat market mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo dalam meredam gejolak politik dan keamanan di Tanah Air,” ujar Nafan kepada kumparan, Jumat (29/8).
Nafan merekomendasikan investor untuk menerapkan strategi akumulasi saham-saham berfundamental baik.
"Tindakan: mengumpulkan saham-saham terpilih dengan prospek yang solid; strategi beli saat harga sedang turun; merealisasikan keuntungan jika diperlukan; dan memanfaatkan manajemen risiko secara efektif," terangnya.
Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, memprediksi bahwa penutupan perdagangan IHSG pada Jumat (29/8) kemungkinan tidak akan jauh berbeda dari level saat ini.
“Ya kalau untuk IHSG keliatannya nggak akan jauh berbeda dari level sekarang ya penutupannya. Terus juga kalau kondisi keamanan ya so far so good, ini keliatannya setelah TNI turun tangan kondisi (udah mulai) terkendali, cuman ya (investor) harus waspada terkait dengan agenda demo berikutnya, baik dengan rencana yang lain-lain. Kita harus kawal terus ya,” ujarnya kepada kumparan.