Karyawan melakukan transaksi dengan fitur pembayaran QR Muamalat DIN (MDin) di kedai kopi, Muamalat Tower, Jakarta, Kamis (14/11/2024).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kenaikan transaksi digital sebesar 13 persen secara tahunan (yoy) melalui layanan mobile banking Muamalat Digital Islamic Network (MDIN) hingga Juli 2025. SEVP Operations Bank Muamalat, Dedy Suryadi Dharmawan, mengatakan jumlah transaksi MDIN meningkat dari 2,3 juta transaksi pada Juli 2024 menjadi 2,6 juta transaksi.
“Selain itu, volume transaksi MDIN juga tumbuh 7,61 persen (yoy) mencapai Rp3,1 triliun untuk periode yang sama,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Menurut Dedy, pertumbuhan transaksi didorong bertambahnya pengguna dan pengembangan fitur. Per Juli 2025, aplikasi MDIN yang dilengkapi 259 fitur telah diunduh lebih dari satu juta kali. Bank Muamalat juga menambah layanan donasi melalui lembaga amil zakat nasional Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli), termasuk program Palestina dan Zakat.
Jenis transaksi favorit nasabah meliputi transfer, QRIS, dan isi ulang uang elektronik. “Kami terus menggandeng mitra strategis untuk menambah layanan di MDIN, sehingga fitur semakin relevan memenuhi kebutuhan transaksi finansial dan nonfinansial nasabah,” kata Dedy.
Bank Muamalat menegaskan komitmen memperkuat digitalisasi seiring meningkatnya nasabah generasi Z yang membutuhkan layanan praktis, cepat, dan mudah diakses. Investasi juga diarahkan pada pengembangan platform digital yang lebih ramah pengguna.
Dedy menambahkan aspek keamanan tetap menjadi prioritas. Ia mengingatkan nasabah hanya bertransaksi melalui kanal resmi Bank Muamalat seperti aplikasi MDIN, Cash Management System, MADINA, dan Internet Banking.
"Nasabah juga harus berhati-hati, tidak membagikan data pribadi, serta segera melapor ke kanal pengaduan resmi SalaMuamalat 1500016 jika menemukan informasi mencurigakan,” katanya.