Ada dua aksi solidaritas di Kota Surabaya pada Jumat (29/8) sebagai bentuk solidaritas terhadap driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang tewas setelah kena lindas mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi di Jakarta.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau mahasiswa dan elemen masyarakat yang menggelar aksi di jalanan agar tetap menjaga kondusivitas kota.
Bagi Eri, penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun ia juga berpesan agar dilakukan dengan cara yang damai tanpa merusak fasilitas umum.
“Saya nyuwun tolong dijaga kota ini, seperti tamannya, seperti pedestriannya. Karena bagaimanapun pembangunan ini dilakukan dengan uang masyarakat. Saya yakin mahasiswa Surabaya luar biasa,” ujar Eri, Jumat (29/8).
Eri juga berharap aparat kepolisian benar-benar hadir sebagai pengayom masyarakat dalam mengawal jalannya aksi. Menurutnya, aksi penyampaian pendapat yang dilakukan dengan ketulusan akan membawa kebaikan, baik bagi Surabaya maupun Indonesia.
“Saya mohon kepada aparat lebih ke bapakkanlah, yang ngayomi. Insyaallah ketika mahasiswa ini menyampaikan aspirasinya, maka ketika didengarkan dan dijalankan, itu jadi baik. Tidak ada yang berniat tidak baik di Kota Surabaya,” tuturnya.
Eri juga turut menyampaikan rasa berbelasungkawa atas meninggalnya driver ojek online yang kena lindas rantis dalam insiden demo kemarin malam di Jakarta.
"Semoga almarhum diberikan tempat yang paling mulia di sisi Gusti Allah dan keluarganya ditinggalkan, diberikan kekuatan. Ini menjadi apa ya, pembelajaran buat kita semuanya. Maka hari ini kita dibutuhkan ketenangan batin. Hari ini kita dibutuhkan sebuah kepercayaan," tandasnya.
Aksi solidaritas tewasnya Affan Kurniawanakan digelar di dua titik di Surabaya. Yakni di depan Polda Jatim dan di depan Gedung Negara Grahadi.