85 Negara Dorong Larangan BPA di Forum PBB, Disebut Bahan Kimia Berbahaya

1 hour ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi label BPA free. Foto: stock-enjoy/Shutterstock

Pertemuan Intergovernmental Negotiating Committee (INC-5), sebuah forum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di Jenewa, Swiss, pada 5 hingga 14 Agustus 2025, membahas usulan pelarangan total zat kimia Bisfenol A (BPA) dari 85 negara.

Semua negara tersebut menyepakati penetapan BPA sebagai bahan kimia berbahaya dalam pertemuan tersebut yang diadakan di Busan, Korea Selatan.

Ini menjadi bagian dari upaya merumuskan perjanjian global yang mengikat dalam menangani pencemaran plastik secara komperhensif, salah satunya dukungan terhadap pelarangan total BPA dalam produk plastik.

"Kami menyambut baik seruan untuk menetapkan kriteria dan angkah global, termasuk penghapusan bertahap atau pembatasan produk plastik, polimer, dan bahan kimia yang bermasalah dalam plastik serta produk plastik, guna melindungi kesehatan manusia dan lingkungan," tulis pernyataan bersama 85 negara peserta INC-5, mengutip Antara.

Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Foto: Shutter Stock

Dalam forum INC-5, Norwegia mengajukan proposal untuk memasukan BPA ke dalam "Daftar 1 Bahan Kimia Berbahaya". Kategori ini ditetapkan bagi senyawa yang bersifat karsinogenik, mutagenic. beracun bagi reproduksi, dan mengganggu system endokrin.

Proposal tersebut memperoleh dukungan luas dari Uni Eropa, Australia, Kanada, serta sejumlah negara di Kawasan Afrika. Negara-negara ini menyatakan dukungan terhadap langkah global dalam pembatasan dan penghapusan bertahap bahan kimia bermasalah dalam produk plastik.

BPA telah digunakan sejak 1950-an untuk memproduksi plastik keras seperti galon isi ulang, botol minum, dan wadah makanan. Zat ini dapat berpindah ke makanan atau minuman saat terkena panas, sinar matahari, pH asam, dan penggunaan berulang.

Penelitian menunjukkan sebanyak 93 persen populasi dunia memiliki jejak BPA di tubuh. Paparan ini sangat beresiko menimbulkan gangguan hormone, kerusakan otak anak, serta kanker.

"BPA mudah luruh Ketika bersentuhan dengan air, terutama jika terkena panas atau dicuci berulang kali," kata Mochamad Chalid, pakar polimer Universitas Indonesia.

Ilustrasi label BPA free. Foto: stock-enjoy/Shutterstock

Paparan BPA meniru hormon esterogen sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada kesuburan, metabolisme, dan fungsi otak. Hal ini sangat berbahaya terutama untuk anak-anak,ibu hamil, dan kelompok paling rentan.

Di Indonesia juga telah mengatur kewajiban pencantuman label peringatan pada galon polikarbonat melalui Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024. Aturan ini berlaku pada 2028 dengan masa transisi empat tahun bagi produsen.

Label tersebut berbunyi "Kemasan polikarbonat dapat melepaskan BPA pada air minum dalam kemasan." Riset menunjukkan BPA dapat terjadi setelah gallon digunakan lebih dari 40 kali, terutama jika dicuci dengan deterjen atau terpapar sinar matahari saat distribusi.

Reporter: Muhamad Ardyansyah

Read Entire Article