
Kehamilan merupakan masa yang penuh harapan sekaligus tantangan. Di saat tubuh mengalami banyak perubahan, penting bagi ibu untuk lebih cermat memilih aktivitas sehari-hari. Beberapa kegiatan yang sebelumnya terasa biasa saja, kini mungkin perlu dihindari demi kesehatan diri dan janin ya, Moms.
Dikutip dari Medical News Today, pakar menilai, ada beberapa aktivitas selama kehamilan yang harus dihindari untuk memastikan keselamatan bayi.
Kegiatan yang Perlu Dihindari saat Sedang Hamil
1. Konsumsi Alkohol dan Merokok

Ibu hamil perlu menghindari konsumsi alkohol. Sebab, minuman ini akan melewati plasenta dan dapat mempengaruhi janin. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), menyatakan bahwa tidak ada jumlah alkohol yang aman yang dapat dikonsumsi seseorang selama kehamilan. Kebanyakan dokter menyarankan agar ibu hamil menghindari alkohol sepenuhnya.
Minum alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan sindrom alkohol janin, yaitu serangkaian kondisi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan berikut:
-Kelainan fisik
-Disabilitas intelektual
-Masalah perilaku
-Kejang
-Pertumbuhan yang buruk
-Keterlambatan perkembangan
-Berkurangnya koordinasi dan keterampilan motorik halus

Kemudian, merokok selama kehamilan dapat membahayakan ibu hamil dan janin. Selain peningkatan risiko penyakit jantung dan kanker paru-paru, merokok saat hamil juga dapat menyebabkan beberapa masalah, misalnya kelahiran prematur, kelainan bawaan, seperti bibir sumbing.
2. Makan Makanan Mentah
Biasanya ibu hamil menghindari makanan tertentu selama kehamilan, baik karena perubahan indera penciuman atau karena makanan tersebut membuat mereka merasa mual. Namun, ada beberapa makanan yang harus dihindari oleh semua ibu hamil. Misalnya:
-Produk makanan yang tidak dicuci
-Produk susu yang tidak dipasteurisasi
-Ikan tinggi merkuri
-Daging dan ikan mentah
-Telur mentah
3. Terlalu Banyak Kafein

Sama seperti alkohol, kafein dapat melewati plasenta dan mempengaruhi janin. Penelitian menunjukkan, ibu hamil sebaiknya membatasi asupan kafein hingga 300 miligram (mg) per hari.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar ibu hamil mengkonsumsi tidak lebih dari 200 mg kafein per hari. Ini setara dengan sekitar 1,5 cangkir kopi per hari.
4. Olahraga Kontak Fisik
ACOG juga menyarankan agar ibu hamil menghindari olahraga yang melibatkan kontak fisik. Olahraga kontak meningkatkan risiko solusio plasenta, yaitu terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum waktunya. Solusio plasenta adalah kondisi parah yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, atau lahir mati.
5. Aktivitas dengan Risiko Jatuh

Setelah trimester pertama, ibu hamil sebaiknya menghindari aktivitas apa pun yang berisiko jatuh. Selama kehamilan, pusat gravitasi bergeser seiring perut membesar, sehingga jatuh sekecil apa pun dapat mengakibatkan cedera.
6. Naik Wahana Ekstrem
Banyak taman hiburan juga tidak mengizinkan ibu hamil menaiki beberapa wahana, termasuk roller coaster atau wahana apa pun yang dapat menyala atau berhenti tiba-tiba. Gerakan yang tiba-tiba dari wahana ini juga dapat menyebabkan solusio plasenta. Hal ini juga dapat memperparah mual di pagi hari karena menyebabkan mabuk perjalanan. Mekanisme pengaman di wahana juga tidak dirancang untuk mengakomodasi ibu hamil.
Jadi, menjalani kehamilan dengan aman dimulai dari mengenali aktivitas yang perlu dihindari ya, Moms.