Lampung Geh, Bandar Lampung — Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Muhammad Taufiqullah mengungkapkan, terdapat sebanyak 301 jembatan di wilayah Lampung yang saat ini berada dalam kondisi rusak berdasarkan Nilai Kerusakan (NK) pada kategori angka 3.
"Jadi sebenarnya kita itu ada penilaian dari nilai 1 sampai dengan nilai 5. Kalau nilai 1 itu baik, 2 agak baik, dan untuk nilai 3 sampai 5 dikategorikan rusak. Nilai 5 berarti rusak berat dan hampir runtuh," jelas Taufiqullah, saat di wawancarai Lampung Geh, pada Rabu (16/7).
Dari total 301 jembatan yang rusak, sebagian besar berada di kategori nilai 3, sedangkan dua jembatan tercatat dalam kondisi rusak berat (nilai 5) dan telah dilakukan perbaikan.
"Rusaknya juga bermacam-macam, ada yang lantainya pecah, ada yang leleh. Semua tetap kita perbaiki bagian-bagian yang rusak dulu," ujarnya.
Taufiqullah juga menyampaikan, lebih dari 50 persen jembatan di Lampung sudah berusia di atas 50 tahun dan membutuhkan peremajaan menyeluruh.
Di sisi lain, lebar jembatan di beberapa lokasi juga masih di bawah standar, yakni di bawah 4,5 meter, bahkan ada yang hanya 3,5 meter. Hal ini menjadi perhatian serius karena tidak sebanding dengan kondisi jalan yang sudah dilebarkan.
"Seperti di ruas Padang Cermin – Kedondong, jalannya sudah 6 meter, tapi jembatannya masih 3,5 meter atau 4,5 meter. Ini sangat membahayakan pengemudi, terutama yang bukan warga setempat. Mereka bisa tiba-tiba bertemu jembatan sempit dalam kecepatan tinggi dan harus mengerem mendadak," kata dia.
Ke depan, Pemprov Lampung berencana melakukan pelebaran dan peremajaan jembatan secara bertahap.
Selain pembiayaan dari APBD, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Taufiqullah mencontohkan, kerja sama dengan perusahaan seperti Pertamina Geothermal sudah dilakukan, khususnya di jalur Talang Padang–Ulubelu yang dilalui kendaraan operasional berat milik perusahaan tersebut.
"Sepanjang jalur itu ada beberapa jembatan yang mereka bantu perbaiki. Kita bekerja sama dalam rangka menjaga infrastruktur yang juga mereka gunakan," pungkasnya. (Cha)